Saturday, December 15, 2007

http://daengrusle.com

tau wajo'E mabbicara....

Rumah baru...

Silahkan berkunjung ke http://daengrusle.com

terima kasih!!

Tuesday, January 30, 2007

thanks and please switch ur linkt to

tau wajo'E mabbicara....

Thanks you for visiting me, however..
this blog is not really active for a moment...!

Please visit my recent blog at http://noertika.wordpress.com/

Tuesday, July 25, 2006

mari sholat istriku

tau wajo'E mabbicara....

Aku tak tahu seberapa panjang umur kita, sayang. Yang aku tahu bahwa ajal itu pasti tiba. Pun bahwa kita dikaruniai jasmani yang sehat saat ini, tapi entah besok hari. Mungkin kita dilimpahi rezeki yang disyukuri hari ini, tapi apa tak mungkin petaka besok mengetuk pintu rumah kita.

Seberapa sering bibir indahmu berujar, dirimu sudah memesan rumah indah di syurga, namun aku prihatin anak kita tak pernah kau sentuh dengan usapan wudhu di jarimu. Kau tersenyum senang betapa si kecil terpana di depan TV mendengar azan yang melantun indah, namun tak jua kau tergerak membasuh wajahmu dengan air suci.

Mari menggelar sajadah istriku, nikmat ini singkat, bisa hilang dalam sekejap, pun hidup yang fana ini. Hari ini mereka, dia, tentu besok giliran kita.

Mari sholat istriku…

Tuesday, June 27, 2006

gak lulus kok ngamuk?

tau wajo'E mabbicara....

Beberapa hari belakangan di TV nasional kita disuguhi berita tentang ‘beberapa’ siswa SMA yang gak lulus Ujian Nasional ditemenin orang tua nya , pada protes merasa hak asasinya sebagai pelajar ditelantarkan pemerintah. Sebenarnya jumlah kelulusan secara nasional meningkat dari tahun kemaren, meski standar kelulusan dinaikkan juga. Namun masih ada saja siswa yang tidak lulus Ujian Nasional ini, bahkan di beberapa sekolah ada yang tingkat kelulusannya 0%.

Nah, yang gak lulus ini pada protes dan mengecam kebijakan pemerintah mengenai Ujian Nasional ini, karena menurut mereka hasil kerja keras mereka selama 3 tahun belajar itu disia-siakan hanya karena ujian 2 hari. Bahkan diantara yang gak lulus katanya sudah ada yang diterima lewat jalur PMDK di perguruan tinggi ternama di Indonesia semisal IPB dan UI. Ada juga yang mengaku sudah diterima di perguruan tinggi luar negeri. Namun karena mereka ‘hanya’ tidak lulus Ujian Nasional SMU, maka status mahasiswa mereka pun akan otomatis gugur. Diantara mereka juga mengaku bahwa mereka termasuk siswa-siswa yang pandai di sekolahnya, namun entah mengapa kok nggak lulus yah?

Standardisasi suatu sistem nggak selamanya akan menghasilkan sesuatu yang menyenangkan semua orang. Hanya yang siap saja yang akan lolos dari sistem ini, dan yang nggak siap, dengan alasan apapun, seharusnya menerima konsekuensi dari ketidak siapan tersebut, TIDAK LULUS. Kalau memang nilai ujiannya dibawah standar nasional 4,50 yah memang seharusnya tidak lulus dong, jangan malah kemudian pemerintah, dalam hal ini DEPDIKNAS dituding gak becus dan bobrok. Kalau memang dari awal tidak setuju dengan Ujian Nasional, yah nggak usah ikut. Masa’ dianggap menyia-nyia kan 3tahun sekolah hanya karena 2 hari. Justru dari dua hari itulah, kerja keras selama 3 tahun belajar itu diproyeksikan apakah memang secara kualitas mereka itu ‘mumpuni’ untuk menjadi mahasiswa.

Kalau kita kemudian mengambil proyeksi yang lain, misalnya UMPTN atau SPMB yang juga ujiannya cuman 2 hari. Apakah kalau siswa yang tidak lulus UMPTN atau SPMB ini akan protes ke perguruan tinggi yang bersangkutan karena mereka tidak lulus? dengan alasan menyia-nyiakan hasil belajar mereka selama 3 tahun?

Kalau ukuran 3 tahun belajar ini dipakai, please consider dengan siswa-siswa yang berhasil lulus. Toh lebih banyak yang lulus kan? So, bangsa ini perlu belajar untuk legowo menerima hasil yang dicapai. Kalau suatu saat kita gagal, pahami lah bahwa itu adalah refleksi dari usaha kita, jangan sampai menyalahkan orang lain kecuali unsur kezaliman sangat kental didalamnya. Percayalah bahwa, seperti kata pepatah, kegagalan hanyalah sukses yang tertunda. Masih ada tahun depan kan?

Monday, June 26, 2006

kesel

tau wajo'E mabbicara....

sore ini kesel, jengkel banget. ada orang jelek, hitem, botak, idup lagi (!), belagu, belagak, sok pinter, duduk di ruang ber-AC, gaji 20juta an (menurut cerita), pengalaman profesional katanya, ngomong ke gw dengan kata-kata kasar dan gak pantas n selayaknya…karena sesuatu yg gw gak ngerti..

dia menebar benih permusuhan…padahal sudah gak jaman nyari musuh…but he did it…

disiplin itu....?

tau wajo'E mabbicara....

tadi pagi berangkat kantor naek angkot 03, seperti biasa si sopir ngelewatin jalur 'kolong'/tangsi militer di tanjung pura. and emang gw lebih suka lewat situ dibanding jalur normalnya, soale pemandangan 'tangsi militer' jauh lebih indah dari pada mesti ngelewatin kantor bhayangkara 'public enemy'..hehhee.

anyway, biasanya sih gak apa-apa, nikmatin aja kaum 'laler ijo' baris berbaris or lari pagi, but tadi pas ngeliat stadion sepakbola mereka, ada tentara yang lagi kebagian tugas nge-cat or bikin grafiti di dinding nya "disiplin itu indah"…whatsss????

dari dulu emang gw kagum ama pedoman hidup si militer (despite their black habit how to handle rebels or any action classified as such) dan sedikit banyaknya setuju bahwa hidup disiplin bisa menggiring kita ke hidup yang baek, paling nggak hidup kita bisa terarah dengan lebih baik. implementasi paling bagus dari disiplin adalah ketika kita melakukan aktifitas religius. beberapa tahun lalu saya membaca buku tentang jalan hidup sufi yang melulu adalah bagaimana mendisiplinkan diri dalam ritual pendekatan ke Ilahi. seorang muslim gak akan bisa memasuki jenjang spiritual yang lebih tinggi kecuali dia melakukan ritual yang ultra disiplin. dispilin dalam kegiatan fisik, disiplin dalam konsistensi kedekatan hati kepada sang Rabb.

tapi, disiplin itu indah? hmm, kayaknya gak nyambung, or mungkin nyambung tapi butuh waktu lama untuk menyambungkan…hehe. kayaknya gak kreatif yah kaum laler ijo itu, mestinya mereka agak belajar dikit masalah komunikasi visual or something like that lah. buat gw yang cocok slogannya adalah 'disiplin itu berwibawa'. cocok buat militer, and emang orang yang disiplin itu bisa memancarkan kewibawaan, gak ada orang berani mencela kalo kita rajin masuk kantor on time, sholat tepat waktu, konsisten, etc.

tentang banjir bandang di Sinjai

tau wajo'E mabbicara....

manusia hanya bisa membuat perkiraan-perkiraan, mengira-ngira kapan terjadinya suatu bencana, membuat suatu formulasi dan data kemungkinan terjadinya bencana, dan menelusuri perioda 'normal' bencana atau iklim itu berubah, namun lepas daripada itu Tuhan yang Maha Tinggi - ALLAH azza wa jalla lah yang menentukan bagaimana DIA mengelola makhluk dan alam ciptaanNya.

musim hujan tahun ini diperkirakan sudah berakhir per bulan April dan semestinya kemarau sudah menjelang, namun apa daya, perkiraan bisa meleset, bahkan hujan di Sinjai, Bulukumba dan beberapa daerha di propinsi Sulawesi Selatang menghunjam tak henti-henti selama beberapa jam tanggal 20 Juni 2006 dan mendatangkan air bah - banjir bandang. dan petaka kemudian berkutat dengan statistik korban pun beriringan.

banjir bandang di sinjai dan bulukumba sampai pagi ini (June 22, 2006) telah menewaskan 158 orang dan sedikitnya 123 hilang, menyisakan 26 orang terluka. korban terbanyak berdomisili di kabupaten sinjai.

duh gusti Allah SWT, betapa cobaan silih berganti menghantam tanah air kami. belum lekang ingatan kami betapa tsunami memisahkan kami dengan 200,000 saudara kami diAceh, gempa di yogya dan jateng merenggut 6000an nyawa, sekarang di sulawesi selatan, dengan bencana yang berbeda, 158 silusureng kami hanyut…

ya Allah, semoga ini menjadi petunjuk dan pengingat buat kami yang hidup, agar selalu tawadhu dan bersabar menjalankan perintahMu. buat kami ini bukanlah hukuman atau azab, tapi hanya bisikMu untuk mengingatkan kami yang kadang pongah berdiri di bumi indah ini…

666

maradeka tau ugi'e

apa maksud tiga angka diatas? yes, 6 juni 2006. tiga angka (triple) kembar yang dapat berulang setiap tahun. angka unik yah?
menurut mitologi kristen, angka ini merupakan angka setan (baca di detik). kalo liat di wikipedia, banyak tuh event besar yang terjadi di hari ini.
namun coba kita telusuri apa yang terjadi pada fase hidup kita di angka-angka triple kembar sebelumnya. berikut kejadian2 yang saya alami;
666 or 6 juni 2006. saya kerja di Chevron, perusahaan ke-5 sejak masa profesionalku dimulai. status: bahagia sebagai ayah dari 1 anak lelaki - Mahdi (8 bulan).
555 or 5 mei 2005. saya masih bekerja di pt inco, sorowako. perusahaan ke-4. status: sudah menikah dan menanti kelahiran anak pertama.
444 or 4 april 2004. saya masih bekerja di pt thiess contractor. perusahaan ke-2. status: lajang, masih pacaran
333 or 3 maret 2003. ultahku yang ke 27tahun, waktu itu masih bekerja di tripatra engineering, lokasi kerja mungkin ada di jambi waktu itu. status: lajang, masih pacaran.
222 or 2 februari 2002. masih di tripatra - jambi. status: lajang juga.
111 or 1 januari 2001. masih kuliah Magister Management di LPPM Jakarta. status: lajang.
that's it. any comments?

Friday, June 02, 2006

manusia benalu

tau wajo'E mabbicara....

apa yang anda ketahui tentang benalu? waktu ngikutin pelajaran biologi di sekolahan dulu, kita tahu bahwa benalu adalah tumbuhan yang menumpang pada tumbuhan lainnya secara parasit (parasitism). artinya dia menumpang hidup dan berkembang biak pada tumbuhan induknya, bahkan the worst case, dia memakan makanan, meminum minuman dan mungkin bernafas melalui tumbuhan induk tersebut. sesekali kita mendapati bahwa benalu ini malah hidup sejahtera di atas penderitaan si tumbuhan induk yang sekarat.

Tuhan sering memperlihatkan perilaku manusia dengan perumpamaan-perumpamaan yang dicontohkan oleh hewan dan tumbuhan, sebagaimana contoh benalu diatas. manusia benalu adalah manusia pemalas dan pengemis dalam artian yang sarkasme. mereka hidup dengan perilaku egois, namun dengan jiwa sosial yang kelewat tinggi (over social). hidup menggantungkan peruntungan pada kehidupan orang lain, mengharapkan tetesan nafkah dari kerja keras orang lain, bahkan kadang2 berperilaku sebagai tuan majikan di kehidupan orang lain.

mental ini sering muncul karena sedari kecil si manusia benalu ini disuguhi dengan fasilitas-fasilitas yang didapat dengan mudah atau tersedia dengan sendirinya. mereka tidak diajarkan untuk mengerti betapa sulitnya mendatangkan fasilitas tersebut. habit ini kemudian berlanjut di fase hidup berikutnya, ketika remaja dan beranjak dewasa, karena semua jalan dibuka dengan mudahnya, maka dia belajar dan terbentuk menjadi manusia benalu yang tidak mengerti kerja keras. sumber penghidupannya hanya diperoleh melalui meminta, mengemis, merengek, mengeluh, dan semua sifat negatif dari seorang pengemis dan pemalas.

sayang sekali kalau kita dilingkupi oleh manusia-manusia benalu ini. padahal di sekelilingnya banyak contoh-contoh perjuangan manusia yang seharusnya bisa meningkatkan semangat hidup untuk lebih dari sekedar menjadi manusia.

contoh paling mengharukan yang baru2 saja terjadi adalah pada saat terjadinya gempa Yogya-Jateng, dikisahkan melalui milis tetangga, ketika seorang loper koran yang juga terkena efek gempa, diri, keluarga dan harta bendanya luluh lantak, namun ketika seseorang dermawan menawarkan bantuan langsung ke dirinya, dia menolak dengan halus dan mengatakan sebaiknya bantuan ini diserahkan ke posko atau langsung ke desa yang bersangkutan, karena disana jauh lebih banyak orang yang membutuhkan. betapa mulia nya hati sang loper, disaat bencana menyelimuti dirinya dan 'berhak' untuk egois dan mengasihani diri sendiri, dia lebih memilih untuk mendahulukan yang lain.

juga contoh yang lain, diberitakan bahwa bekas korban bencana tsunami Aceh, juga bahu membahu membantu dan memberikan bantuan untuk saudara-saudara mereka yang mengalami gempa di yogya-jateng, padahal semua orang tahu bahwa mereka, para korban tsunami ini, belum sepenuhnya pulih dari derita dan trauma akibat bencana yang menghilangkan nyawa 200,000 saudara mereka. manusia mulia, antagonis dari manusia benalu.

manusia benalu rupanya juga turut serta dalam gegap gempitanya penyaluran bantuan untuk korban gempa yogya-jateng ini. beberapa kali diberitakan di banyak media, bahwa beberapa oknum yang mengaku relawan justru menilep bantuan untuk diri sendiri, bahkan tega-teganya mencuri 6 buah sepeda motor operasional para relawan untuk menjangkau korban bencana di daerah terpencil dan jalur transportasi yang terputus. manusia benalu ini juga diberitakan banyak berkeliaran di puing-puing rumah yang hancur akibat gempa di bantul dan klaten dengan menjarah sisa harta yang masih bernilai namun tak terselamatkan oleh korban. bahkan, bukan hanya puing yang dirampok, rumah dan toko yang masih kokoh berdiri pun tidak luput dari penjarahan. apa motivasi mereka selain menunjukkan betapa rendah nilai kehidupan mereka sebagai manusia benalu itu?

betapa kemanusiaan menjadi lebih berarti ketika kita mendapati kesahajaan hidup dalam kesejatian.

Monday, May 29, 2006

gempa di selatan, merapi di utara

tau wajo'E mabbicara....


Kemarin sabtu pagi 27Mei2006 sekitar jam 06.00WIB, saat aktifitas masyarakat mulai menggeliat selepas derita akibat simpang siur nya kapan Merapi akan meletuskan amarahnya, tiba-tiba Gempa tektonik berkekuatan 6.2 (atau 5.9) skala Richter memecah Bantul, Jogja, Klaten dan sekitar pantai selatan Jawa Tengah. Episentrum gempa dikabarkan hanya berjarak 6km di selatan bantul, tepatnya di near shore pantai parangtritis yang melegenda itu. Korban serta merta menjadi angka statistik; 4,611 jiwa terlepas dari raganya sampai pagi ini (29Mei06). Anehnya, angka kematian ini juga dipicu oleh banyaknya kecelakaan yang terjadi akibat adanya kepanikan akan bencana Tsunami seperti yang melanda Aceh dan Nias Desember akhir 2004 lalu. Betapa memilukannya suasana saat itu, gempa di selatan, gunung Merapi mau meletus di Utara. Orang-orang dari selatan yang panik karena issue Tsunami berlarian dari selatan menuju Utara yang juga sedang dilanda keresahan akibat ancaman Merapi yang murka.

Alam memang tak pernah kenal menyerah dalam memperingati manusia untuk kembali kepadanya. Betapa kezaliman yang diperbuat di muka bumi ini membuat alam turut murka dan marah, namun berulang kali pula manusia seakan tak sadar. Hanya menyisakan tangis dan regangan para korban. Pemerintah Indonesia? Presiden SBY langsung mengunjungi para korban, namun belum memutuskan apakah ini bencana nasional apa nggak. Padahal CNN, BBC dan beberapa Media Lokal dan Asing sudah menyiarkan betapa dahsyatnya bencana ini. Beberapa Negara asing sudah menyatakan komitmen mereka untuk menyalurkan bantuan. Pemerintah hanya berkutat dengan statistik, berapa korban yang tewas untuk kemudian ditukar dengan bantuan luar negeri. Dan mungkin, seperti nasib bantuan untuk Tsunami Aceh dan Nias, akan dikorupsi lagi.